Hati-Hati Anemia Ibu Hamil Berdampak Pada Kecerdasan Sang Buah Hati Anda Penulis: Gustri Olivianti, Suryati, Erlin Juliandini, Erna
Anemia pada ibu hamil
tidak bisa dianggap remeh. Anemia merupakan suatu gangguan akibat adanya
kekurangan sel darah merah atau yang biasa kita sebut sebagai
"Hemoglobin". Anemia dapat menyebabkan sel-sel didalam tubuh ibu
hamil tidak mendapatkan oksigen dan tidak bisa berfungsi secara normal
(hipoksemia).
Anemia sendiri tidak
hanya berdampak buruk pada masa kehamilan loh! Banyak dampak yang bisa
ditimbulkan setelah sang buah hati lahir di dunia. Saat dalam masa kehamilan
sendiri anemia dapat mengakibatkan keguguran, perdarahan selama kehamilan,
persalinan premature atau belum cukup usia, janin terganggu, bahkan gangguan
persalinan dan nasa nifas. Gangguan setelah masa kehamilan yaitu sang buah hati
akan memiliki tingkat kecerdasan yang akan berada dibawah teman-temannya yang
saat menjadi janin ibunya tidak mengalami gangguan anemia. Anemia adalah suatu
kondisi di mana tingkat sel darah merah, juga dikenal sebagai hemoglobin, lebih
rendah dari nilai normal. Faktor nutrisi berperan dalam penurunan kecerdasan intelektual.
Terdapat beberapa
penelitian terdahulu yang membahas mengenai anemia defisiensi zat besi dan juga
bagaimana pengaruh anemia terhadap perkembangan kognitif daripada bayi yang
terlahir dari ibu yang mengalami gangguan kehamilan berupa anemia. Kejadian
anemia defisiensi besi pada anak-anak sendiri tercatat sebanyak 50% dengan
prevaliensi di negara berkembang.
Dampak
anemia terhadap kecerdasan intelektual anak memerlukan perhatian serius
pemerintah. Indonesia yang merupakan salah satu negara berkembang menghadapi
masalah serius dengan kasus anemia defisiensi besi dari pra-nikah hingga tumbuh
kembang anak anemia. salah satu masalah gizi paling signifikan di Indonesia,
khususnya anemia defisiensi besi, yang mempengaruhi sejumlah besar anak usia
sekolah, gizi tidak ditangani oleh banyak program kesehatan negara saat ini.
anemia anak. Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dapat banyak
dipengaruhi oleh rendahnya kecerdasan anak. Hal ini ditunjukkan dengan fakta
bahwa sumber daya manusia Indonesia tidak lagi mampu bersaing dengan bangsa
lain.
Perlu diketahui bahwa
ada beberapa hal yang mengakibatkan ibu-ibu hamil sekalian memiliki tingkat
kecenderungan yang tinggi untuk terkena anemia defisiensi besi (ADB) selama
kehamilan, jika:
1.
Kehamilan dan kehamilan sebelumnya jaraknya
sangat dekat
2.
Memiliki anak kembar atau lebih dari dua
3.
Sering mengalami morning sickness (mual atau
muntah di pagi hari)
4.
Konsumsi zat besi yang tidak mencukupi
5.
Riwayat keluarga anemia sebelum hamil
6. Mengalami menstruasi dengan banyak aliran darah saat sebelum hamil.
Tingkatan
Anemia pada Ibu Hamil
Anemia
ringan pada ibu hamil terjadi pada kadar hemoglobin
ibu 10,9 g/dl s.d 10g/dl.
Anemia
sedang pada ibu hamil terjadi pada rentan kadar hemoglobin ibu 9,9g/dl
s.d7,0g/dl.
Anemia
berat terjadi pada ibu hamil dengan rentan kadar hemoglobin ibu berada dibawah
7,0g/dl.
Bagaimana tanda gejala
ANEMIA pada Ibu Hamil
a.
Anemia
Ringin
Anemia ringan
biasanya tidak menimbulkan gejala. Tubuh mampu mengkompensasi dan
menyeimbangkan perubahan yang terjadi di dalam tubuh, sehingga meskipun Ibu
hamil mengalami anemia secara teratur atau berkelanjutan, kondisi ini dapat
dikelola. Dalam kasus anemia ringan, mungkin tidak ada gejala signifikan yang sampai
dalam kategori anemia berat.
b.
Anemia
Sedang
Pada ibu hamil dengan anemia sedang akan
ditemukan rasa jantung yang berdetak kencang, adanya sesak nafas, mudah lelah,
bahkan muncul keringat padahal sedang tidak dalam melakukan suatu kegiatan.
c.
Anemia
Berat
Gejala yang dirasakan ibu hamil dengan
kondisi anemia berat dapat terlihat dari warna feses yang menghitam, ibu akan
mengalami detak jantung yang cepat karna kurangnya oksigen di dalam tubuh,
tidak hanya itu tekanan darah ibu akan menjadi turun bahkan hingga rendah,
pusing, sesak dada, dan mudah merasa lelah.
Faktor yang Menyebabkan
Anemia pada Ibu Hamil![]()
·
Usia
Wanita hamil di
bawah usia 20 dan di atas 35 memiliki risiko 3,921 kali lebih besar terkena
anemia pada kehamilan dibandingkan wanita hamil antara usia 20 dan 35, menurut
temuan tersebut.
·
Paritas
Semakin sering
seorang wanita hamil dan melahirkan, semakin besar risikonya terkena anemia
karena kehamilan menguras cadangan zat besi tubuh, dan paritas mempengaruhi
kejadian anemia pada kehamilan.
·
Pekerjaan
Ibu
Semakin berat atau padatnya jadwal
pekerjaan ibu dapat memberikan pengaruh terhadap proses terjadinya gangguan
anemia kehamilan, karena lelah dan juga ibu kurang memperhatikan asupan selama
hamil.
Lalu bagaimana agar Ibu
Hamil terhindar dari ANEMIA?
Suplemen zat besi
merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah anemia pada ibu hamil,
seperti dilansir Maternal
and Child Health Integrated Program. Selain itu, pola makan yang lebih sehat dapat
menjadi langkah awal pencegahan anemia pada ibu hamil, seperti:
a) Suplemen
zat besi dan asam folat dikonsumsi oleh ibu hamil
Sebelum mengonsumsi suplemen ini, ibu harus
berbicara dengan spesialis untuk memastikan dia tidak mengonsumsi terlalu
banyak. Namun, tablet asfol dan zat besi dapat mengandung zat besi sebanyak 60
mg dan asam folat 400 mg.
b) Makanan
tinggi zat besi
seperti
gandum, daging sapi/ayam, ikan, dan telur, dikonsumsi ibu hamil.
c)
Makanan tinggi asam folat
seperti
kacang kering, oat, sayuran hijau, dan jus buah, juga dikonsumsi ibu hamil.
d) Makanan
kaya vitamin C dikonsumsi oleh ibu hamil
Ibu
hamil bisa makan sayur dan buah segar.
Sumber
data diperoleh dari:
Cara Mencegah
Anemia pada Ibu Hamil. Hallosehat. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Astriana, Willy.
2017. Kejadian Anemia Ibu Hamil ditinjau dari Usia dan Paritas. Baturaja.
Aisyah Jurnal Kesehatan 2
Darlina. 2011.
Faktor Risiko pada ibu hamil dengan Anemia. Bandung. Media Gizi dan Keluarga